3 Cara Mudah Mengukur pH Sabun Mandi Buatanmu

Membuat sabun mandi sendiri melibatkan penggunaan alkali. Alkali merupakan zat yang sangat berbahaya jika disentuh dengan tangan telanjang. Setelah alkali dan minyak tercampur terjadi reaksi saponifikasi, dan terbentuklah sabun mandi.

Sebagian besar reaksi saponifikasi terjadi pada saat 24 jam pertama. Tetapi bukan berarti kamu bisa langsung menggunakan sabun mandi setelah membuatnya.Kamu harus memastikan tidak ada lagi alkali yang tersisa di dalam sabunmu sebelum menggunakannya.

Cara memastikannya yaitu dengan mengukur pH sabun mandi buatanmu. Pada masa curing merupakan saat yang tepat untuk mengukur pH sabun mandi.

Dalam cara membuat sabun mandi sendiri dengan metode cold process, sabun harus memasuki masa curing sebelum siap untuk digunakan.

Curing disini bertujuan untuk menguapkan air yang terkandung dalam sabun. Berat sabun akan berkurang dari awal dan menyebabkan sabun menjadi keras. Selain itu juga sabun menjadi semakin lembut untuk kulit karena sisa alkali akan tersaponifikasi semua dan tidak ada yang tersisa.

Sebelum membahas cara pengukuran pH, kami jelaskan terelebih dahulu pengertiannya.

Gratis Ebook: Dapatkan disini Ebook Membuat Sabun Mandi Alami (Untuk Hobi Maupun Bisnis) panduan lengkap untuk membuat sabun mandi sendiri di rumah, dari membuat sabun batang hingga sabun cair alami.

Apa sih itu pH?

Potential of hydrogen (pH) merupakan sebuah ukuran seberapa asam atau basa suatu larutan. Kisaran asam basa tersebut berada pada angka 1 – 14, dengan angka 7 menandakan netral. ph kurang dari 7 dikatakan asam, sedangkan ph lebih dari 7 menandakan basa. Alkali memiliki nilai pH sebesar 14.

Pada dasarnya sabun memiliki kisaran pH antara 9 – 10.

Sabun mandi cold process tidak bisa mencapai pH normal sebesar 7. Jika kamu mencoba untuk menurunkan pH hingga 7 maka sabun akan terpisah kembali menjadi minyak dan air alkali.

Banyak orang beranggapan sabun dengan “pH balance” atau normal melembutkan kulit. Padahal jika melihat kandungannya mayoritas merupakan bahan sintetis.

Sabun dengan pH normal sangat disukai oleh bakteri dan mikroba, sehingga sabun dilengkapi dengan zat antibakteri. Sabun mandi dengan pH 9 – 10 bukan merupakan tempat yang tidak disukai oleh bakteri dan mikroba. Sehingga kamu tidak perlu untuk menggunakan zat anti bakteri.

Untuk mengukur pH sabun mandi buatanmu ada 3 cara mudah yang bisa kamu lakukan, antara lain:

Lidah (Tongue Test)

Mengukur pH sabun mandi menggunakan lidah merupakan cara yang paling tradisional.

Untuk mengukur pH dengan lidah tempelkan ujung lidah pada sabun dan jika kamu merasakan seperti tersengat maka sabun belum netral. Jika sabun sudah netral maka lidah tidak merasakan rasa seperti tersengat.

Cara mengukur seperti ini sangat mudah dan tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

pH Strip

pH strip
pH strip

Untuk mengukur pH menggunakan pH strip:

  • Pertama basahi area permukaan sabun.
  • Tempelkan pH strip ke area yang sudah dibasahi tersebut.
  • Cocokkan warna yang ditunjukkan oleh pH strip dengan indikator warna yang ada pada kemasan pH strip.

Menggunakan pH strip kadang tidak terlalu akurat sebagai pengukuran pH sabun mandi padat. pH strip lebih efektif digunakan untuk mengukur benda yang berbentuk cair. Selain itu pH strip harganya juga cukup mahal.

Larutan Phenolphthalein

Larutan ini adalah yang paling disarankan untuk mengukur pH, karena sangat mudah digunakan dan cenderung lebih prkatis. Untuk pembuatan sabun jangka panjang kami sangat merekomendasikan kamu memiliki larutan ini. Berikut cara untuk menggunakannya:

sampel sabun mandi
Sampel sabun mandi

1. Ambil sampel sabun, ambil sedikit bagian sisi sabun. Letakkan di kertas berwarna putih atau tissue.
2. Teteskan larutan, satu tetes sudah cukup, ke sampel sabun.
3. Amati perubahan warna.

pH sabun mandi caustic
Setelah ditetesi larutan sabun berwarna pink gelap

4. Sabun dengan warna pink yang cukup mencolok menandakan masih terdapat alkali bebas.

pH sabun mandi netral
Setelah ditetesi larutan sabun tidak berubah warna

5. Sabun dengan warna pink yang samar atau tidak berubah warnanya menandakan sabun sudah tidak terdapat alkali bebas. Sabun sudah aman untuk digunakan.

Jangan meneteskan larutan ini langsung ke sabun yang akan kamu gunakan. Karena larutan ini tidak baik untuk kulit, mengambil sampel dari bagian sabun sudah cukup.

Selalu Ukur pH Sabun Mandi Untuk Keamanan

Jika sabun mandimu masih terasa membakar kulit dan warna pink gelap saat ditetes larutan phenolphthalein setelah dua minggu waktu curing, kemungkinan kamu salah pada waktu mengukur bahan baku.

Sebaiknya jangan digunakan!

Jika kamu merasa sayang untuk dibuang maka kamu bisa menggunakannya untuk sabun cuci baju. Untuk lebih jelas menghitung alkali yang digunakan bisa lihat di artikel bahan pembuat sabun.

26 thoughts on “3 Cara Mudah Mengukur pH Sabun Mandi Buatanmu”

  1. Maaf saya mau tanya. Saya akan membuat sabun dengan metode melt & pour, dan bahan yg saya gunakan adalah soap base, pewarna makanan, dan pewangi alami. Jika untuk dipasarkan, apakah sabun tersebut sudah cukup aman untuk dipakai ? Atau harus melakukan uji pH dulu ya pak/bu ? Terima kasih sebelumnya 🙂

  2. sabun cair saya saat saat tes menggunakan kertas PH masih berwarna Ungu gelap.. bagaimana cara menurunkan Ph nya menjadi kisaran 7-9?mohon petunjuknya Terimakasih

  3. Selamat Siang Pak. Terimakasih untuk Artikelx. Apakah bapak membuka kelas making soap..? Kalo ada saya mau ikut. Saya mau nanya juga.. sy buat sabun cair dengan tp ph nya gak mau turun dari 11. Padahal smua sdh sesuai soap calculator timbangan bahan2 nya. Dan sdh dimasak hingga 6 jam. Apakah tidak masalah dipake?

  4. Apakah bisa dijadikan patokan, jika ph soapbase sudah 9-10, maka pemanasan soapbase bisa dihentikan? Apakah ini tanda soapbase sudah jadi?

    • Bukan nilai pHnya yang jadi patokan, tapi alkali bebasnya. Soalnya proses saponifikasinya belum sempurna kalau masih ada alkali bebasnya, kecuali memang mau dilebihkan seperti dalam pembuatan sabun cair, tapi nanti tes phenolphthaleinnya harus berwarna pink muda dan setelah dilarutkan harus dinetralkan dengan citric acid.

    • ya bisa tp cuma sedikit aja, kalau true soap (alkali + fat) jg pasti pHnya sekitar 9-10, kalau kurang dari itu nanti sabunnya jadi rusak.

  5. min mau tanya cara untuk menurunkan pH sabun padat dalam pembuatannya ditambahkan bahan apa terus penambahannya pada minyak atau pada alkalinya ? atau bisa dengan cara lain selain penambahan bahan asam ?

    • Nggak bisa diturunin pHnya kalau true soap (alkali+fat), kalau yg bisa diturunin pHnya itu yang bahannya pakai surfaktan sintetis. Paling turun2nya juga cuma nol koma sekian saja, cuma ada di kisaran 9-10 saja nggak bisa sampai benar-benar pH 7.

  6. Saya buat sabun cair dengan minyak kelapa dan minak jojoba dengan formula sama dimana jumlah minyak jojoba sama dengan olive oil. Kok ndak mau mengeras ya, bentuk pasta putih.

  7. Min tanya donk…saat air alkali blom tercampur dengan minyak (pembuatan cold process) saya test dengan alat ukur ph…phnya 11.
    Bagaimana cara menurunkan ph pada pengolahan sabun mandi (cold process) terima kasih sebelumnya.

    • Kalau belum dicampurin pasti tinggi pHnya, nggak perlu diturunin dulu kok pHnya nanti kalau sebelum dicampur sama minyak udah diturunin ya kadarnya makin berkurang, malah banyak minyak yang nggak tersaponifikasi minyaknya nanti. Nanti kalau udah dicampur dan udah jadi sabun juga turun sendiri ke 9-10.

  8. Pak, kalau susunya pake susu kefir? Apakah probiotik yg terkandung dalam susu kefir akan mati krn panas yg ditimbulkan oleh NaOH dan KoH? Apakah kandungan asam dalam susu kefir akan mempengaruhi karaktertistik dari hasil akhir (menjadi lebih lembek atau lebih keras)?

    Bisa ngga memberikan resep dan panduan membuat sabun kefir yg padat dan cair? Supaya tidak perlu me-ngira2 dan menghitung komposisinya. Kalau air pelarut alkali saya campur dengan whey kefir dan curd kefirnya saya tambahkan pada saat light trace bisa ngga? Kalau bisa apakah takaran oil dan alkalinya harus diubah juga? Terima kasih sebelumnya.

    • Ya kemungkinan besar mati, soalnya alkali ini kan benar-benar material yang korosif. Asam apa ya? Asam Laktat (Lactic Acid) yang ada dalam susunya atau asam pH-nya? Kalau masalah keras ya tergantung jenis minyak dan banyaknya cairan yang ditambahkan saja.

      Wah saya nggak punya kefir dan belum pernah pegang juga, hehe…

      Stepnya sama saja cuma tinggal diganti air pelarut alkalinya dengan cairan kefirnya. Atau bisa juga air pelarutnya dikurangi setengahnya terus diganti sama kefirnya. Ya dicoba-coba saja mana yang paling oke.

      Mau ditambahkan saat trace juga nggak apa-apa, tapi ya itu total cairannya sebaiknya jangan terlalu banyak. Untuk sabun batang sebaiknya total cairannya tidak melebihi 2x lipat jumlah alkalinya.

      Takaran oil dan alkali tidak perlu dirubah karena itu sudah satu paket, hanya merubah cairannya saja.

  9. Saya membuat sabun stlh hr ke 4 saya tetesi Larutan Phenolphthalein dan tyt sabun tidak berubah warna, apakah normal dlm 4 hr sdh tidak terdapat alkali? Terimakasih

    • Ya tergantung dari cara membuatnya. Kalau pakai teknik hot process, saponifikasinya langsung jadi sudah tidak ada alkali bebasnya lagi. Kalau pakai cold process ya biasanya masih ada. Kalau sudah ditetesi nggak berubah ya berarti sudah nggak ada.

Leave a Comment