Semua Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Bahan Pembuat Sabun Mandi (True Soap)

Sabun dibuat dengan menggabungkan minyak, alkali dan air. Ada berbagai macam jenis minyak yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat sabun. Tiap minyak memiliki karakteristik yang berbeda. Menggabungkan beberapa jenis minyak dapat menghasilkan sabun dengan karakteristik tertentu.

Selain bahan utama tersebut, sabun juga menggunakan bahan tambahan.

Bahan tambahan dibutuhkan untuk menambah kualitas maupun memperindah sabun yang dihasilkan. Disinilah saat membuat sabun menjadi semakin menyenangkan. Kamu dapat memilih tiap bahan pembuat sabun dan dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhanmu.

Dalam artikel kali ini saya akan membahas lebih dalam tentang bahan pembuat sabun yang umum digunakan. Jika kamu belum mengetahui cara membuatnya, kamu bisa membaca artikel tentang cara membuat sabun mandi.

Sumber dan Klasifikasi Minyak

Saat ini tersedia berbagai macam minyak sebagai bahan pembuat sabun. Sumber utama minyak bisa berasal dari hewan maupun tumbuhan.

Minyak yang berasal dari hewan biasa disebut minyak hewani. Sedangkan yang berasal dari tumbuhan biasa disebut minyak nabati.

Minyak jika dilihat dari bentuknya juga diklasifikasikan menjadi dua, yaitu minyak padat dan minyak cair.

Di Indonesia penggunaan minyak hewani sangat jarang sekali ditemukan pada produk sabun yang ada di pasaran.

Untuk menentukan minyak mana yang baik untuk digunakan merupakan preferensi masing-masing. Terlepas dari itu semua, dengan memahami karakteristik tiap minyak kamu bisa mengetahui komposisi minyak yang paling pas untukmu.

Beberapa Jenis Minyak Padat

Minyak padat merupakan minyak yang dapat berbentuk padat pada suhu tertentu. Tiap minyak bervariasi titik lelehnya.

Untuk digunakan sebagai bahan pembuat sabun minyak harus berada pada kondisi yang cair, sehingga dibutuhkan pemanasan terlebih dahulu. Pada umumnya sabun yang mayoritas bahannya berupa minyak padat menghasilkan sabun yang keras.

Daftar minyak berikut merupakan minyak yang dikategorikan dalam minyak padat dan yang biasa digunakan sebagai bahan pembuat sabun:

1. Minyak Kelapa

coconut fruit

Merupakan minyak yang sangat penting sebagai bahan pembuat sabun. Minyak kelapa berfungsi sebagai penghasil busa dalam sabun dan menghasilkan sabun yang keras. Juga merupakan agen pembersih pada sabun. Karena bersifat membersihkan kadang memberikan rasa yang kering di kulit.

Gunakan hanya 15% dari total campuran minyak jika merasa minyak kelapa terlalu kering di kulit.

SAP Value: 248-265 mg KOH/gr minyak

2. Minyak Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit merupakan minyak yang sangat umum digunakan sebagai bahan pembuat sabun batang. Hampir semua sabun batang yang ada di pasaran menggunakan minyak kelapa sawit.

Minyak kelapa sawit berfungsi untuk menghasilkan sabun yang keras dan dapat bertahan lama saat digunakan. Minyak kelapa sawit dapat menghambat busa yang dihasilkan oleh sabun jika digunakan terlalu banyak.

SAP Value: 190-209 mg KOH/gr minyak

palm fruit

3. Minyak Inti Kelapa Sawit

Berbeda dengan minyak kelapa sawit. Minyak inti kelapa sawit dihasilkan dari biji kelapa sawit. Sedangkan minyak kelapa sawit dihasilkan dari buah kelapa sawit. Memiliki fungsi yang sama dengan minyak kelapa.

Gunakan sebagai substitusi minyak kelapa.

SAP Value: 230-254 mg KOH/gr minyak

4. Cocoa Butter

cocoa bean

Dihasilkan dari biji buah coklat, cocoa butter memiliki aroma khas coklat. Berfungsi sebagai emollient dan melembutkan kulit. Juga berfungsi menghasilkan sabun yang keras.

Cocoa butter memiliki harga yang cukup mahal dibanding minyak yang lainnya.

SAP Value: 192-200 mg KOH/gr minyak

5. Beeswax

beeswax

Beeswax merupakan hasil lain dari lebah selain madu, banyak digunakan untuk membuat pomade. Beeswax menghasilkan sabun mandi yang keras. Jangan menggunakan beeswax terlalu banyak karena akan membuat sabun menjadi seperti karet dan lengket, 5% dari total minyak sudah cukup.

SAP Value: 87-104 mg KOH/gr minyak

Berbagai Jenis Minyak Cair

Minyak cair merupakan minyak yang berbentuk cair. Minyak berjenis cair tidak perlu dipanaskan terlebih dahulu. Sabun yang dihasilkan dari mayoritas minyak cair menghasilkan sabun yang lembek.

Daftar minyak berikut merupakan minyak yang dikategorikan dalam minyak cair dan yang biasa digunakan sebagai bahan pembuat sabun.

1. Minyak Zaitun

olives fruit

Merupakan minyak yang sangat terkenal untuk perawatan kulit. Minyak zaitun memiliki beberapa jenis seperti: extra virgin, pomace, pure, extra light.

Minyak zaitun mempenetrasi kulit secara lebih baik dari minyak cair lainnya. Tidak membuat pori-pori tersumbat dan membuat kulit lebih kencang. Sebagai bahan pembuat sabun yang umum digunakan adalah dari jenis pomace, karena harganya tidak begitu mahal.

Minyak zaitun dapat digunakan hingga 100% (Castille Soap).

SAP Value: 184-196 mg KOH/gr minyak

2. Minyak Jarak

castor seeds

Minyak jarak atau Castor oil merupakan minyak yang berfungsi untuk menghasilkan busa yang melimpah. Castor oil juga bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit.

Jangan menggunakan terlalu banyak minyak jarak karena akan menghasilkan sabun yang lembek. Jika digunakan lebih dari 15% maka akan menghasilkan aroma minyak jarak yang dominan. Gunakan 5 – 10 % dari total minyak.

SAP Value: 176-187 mg KOH/gr minyak

3. Minyak Canola

canola

Minyak ini hampir memiliki fungsi yang sama dengan minyak zaitun. Bermanfaat untuk menjaga kulit dan melembapkannya. Merupakan substitusi ekonomis dari minyak zaitun. Harus dicampur dengan minyak padat lainnya untuk menghasilkan formula sabun yang baik.

SAP Value: 182-193 mg KOH/gr minyak

4. Minyak Biji Bunga Matahari

sunflower

Kaya akan vitamin E yang bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan memperbaiki sel2 yang rusak. Bisa digunakan untuk menggantikan minyak zaitun, jika memilih untuk lebih ekonomis.

SAP Value: 188-194 mg KOH/gr minyak

5. Minyak Cair Lainnya

Beberapa minyak cair yang memilki banyak manfaat yang baik untuk kulit antara lain: minyak alpukat, sweet almond oil, minyak kemiri (kukui nut oil), argan oil, jojoba oil.

Sifat Asam Lemak dalam Minyak Nabati

Waduh… apa lagi ini?!

Tenang saja, saya hanya membahas sedikit ilmiah tentang bahan penyusun minyak. Mengetahui bahan penyusun minyak membuatmu mengerti komposisi sabun yang paling baik.

Semua minyak nabati merupakan trigliserida, merupakan kombinasi asam lemak dan gliserol. Asam lemak (fatty acid) merupakan komponen penyusun minyak. Ada berbagai macam asam lemak yang menyusun minyak. Tiap minyak memiliki jenis dan kandungan asam lemak yang berbeda-beda.

Asam lemak memiliki tipe asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Perbedaan asam lemak jenuh dan tak jenuh ini biasanya dilihat dari bentuknya. Asam lemak jenuh biasanya akan memadat pada suhu dibawah suhu ruangan. Sedangkan asam lemak tak jenuh tetap cair dibawah suhu ruangan.

Jadi apa hubungannya dengan sabun mandi?!

Kandungan asam lemak menentukan karakteristik hasil sabun mandi yang kamu buat. Apakah sabun mandimu menghasilkan busa melimpah atau sedikit busa. Menghasilkan sabun mandi yang keras atau lunak. Memiliki kemampuan yang membersihkan atau melembabkan kulit.

Berikut merupakan beberapa jenis asam lemak yang penting dalam pembuatan sabun mandi:

Asam Laurat (Lauric Acid) – Merupakan asam lemak yang berkontribusi terhadap kemampuan membersihkan dari sabun mandi yang dihasilkan dan menghasilkan busa yang melimpah. Selain itu juga asam lemak ini mempengaruhi tingkat kekerasan pada sabun.

Minyak kelapa dan minyak inti kelapa sawit memiliki kandungan asam lemak ini hingga 50%.

Asam Linoleat (Linoleic Acid) – Merupakan asam lemak tak jenuh yang berfungsi sebagai pelembab pada sabun mandi. Asam lemak ini juga menghasilkan sabun mandi yang terasa lembut di kulit. Mudah untuk teroksidasi dan kadaluarsanya sangat pendek.

Beberapa minyak yang memiliki kandungan asam linoleat yang tinggi antara lain minyak biji anggur (grapeseed oil), minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari. Semua minyak tersebut memiliki kandungan asam lemak linoleat lebih dari 50%.

Asam Linolenat (Linolenic Acid) – Memiliki fungsi yang hampir sama dengan asam linoleat pada sabun mandi yang dihasilkan. Biasanya digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit dalam  formulasi sabun mandi.

Tidak banyak minyak yang memiliki kandungan asam linoleat. Minyak biji ganja (hemp seed oil) memiliki kandungan mencapai 20%. Beberapa minyak yang memiliki kandungan yang rendah antara lain minyak bekatul (rice bran oil), kedelai dan biji bunga matahari.

Asam Miristat (Myristic Acid) – Memiliki fungsi yang hampir sama dengan asam laurat. Menghasilkan sabun yang keras, kemampuan membersihkan dan menghasilkan busa yang melimpah.

Minyak kelapa dan minyak inti kelapa sawit mengandung asam miristat lebih dari 10%.

Asam Oleat (Oleic Acid) – Berfungsi untuk menambah kelembaban pada sabun mandi yang dihasilkan. Tidak menghasilkan busa yang melimpah pada sabun mandi. Asam lemak ini lebih stabil terhadap oksidasi, sehingga memiliki waktu kadaluarsa yang panjang.

Minyak zaitun, minyak alpukat, minyak almond merupakan minyak yang kaya kandungan asam oleat. Selain itu minyak bekatul dan minyak kacang tanah juga memiliki kandungan yang cukup tinggi.

Asam Palmitat (Palmitic Acid) – Asam lemak ini mempengaruhi kekerasan dan menghasilkan busa yang lembut pada sabun mandi. Berpengaruh juga terhadap tingkat kebersihan sabun mandi yang dihasilkan. Memiliki masa kadaluarsa yang panjang.

Minyak kelapa sawit memiliki kandungan asam lemak ini hingga 40%. Cocoa butter juga mengandung asam lemak ini sekitar 20%.

Asam Risinoleat (Ricinoleic Acid) – Merupakan asam lemak yang berpengaruh terhadap tingkat kelembaban sabun mandi. Juga menghasilkan busa yang stabil.

Tidak ditemukan pada minyak nabati yang lainnya. Hanya minyak jarak (castor oil) yang mengandung asam lemak ini hingga 90%.

Asam Stearat (Stearic Acid) – Memiliki fungsi yang hampir sama dengan asam palmitat. Asam lemak ini juga bisa menghasilkan sabun yang lebih tahan lama saat pemakaian.

Banyak ditemukan pada minyak yang berbentuk padat seperti cocoa butter, shea butter, dan mango butter.

Asam lemak dalam bentuk murni juga bisa digunakan pada formulasi sabun mandi.

Jenis asam lemak yang paling sering digunakan yaitu asam stearat (stearic acid). Berfungsi untuk menambah kekerasan pada sabun mandi. Biasa digunakan juga dalam formula kosmetik untuk menambah kekentalan pada lotion, kekerasan pada lipstick, dsb.

Alkali dan Perhitungan Jumlah Alkali Untuk Membuat Sabun

Alkakli yang digunakan sebagai bahan pembuat sabun mandi biasanya NaOH dan KOH. NaOH digunakan sebagai bahan pembuat sabun batang/padat. Sedangkan KOH digunakan sebagai bahan pembuat sabun cair.

Pastikan selalu gunakan pure NaOH untuk membuat sabun. Pure NaOH biasanya berbentuk flakes maupun pellet.

Pada setiap minyak tertera keterangan SAP Value, apa sih itu sebenarnya SAP Value?

SAP Value merupakan singkatan dari saponification value. Artinya jumlah alkali yang dibutuhkan untuk merubah minyak menjadi sabun.

Jumlah NaOH yang dibutuhkan untuk membuat sabun bergantung terhadap nilai saponifikasi dari minyak yang digunakan. Biasanya nilai saponifakasi hanya terncantumkan nilai saponifikasi dari KOH nya saja.

Dibutuhkan konversi nilai KOH ke nilai NaOH, yaitu nilai KOH dikali dengan 1⁄1402,5 maka akan menghasilkan nilai NaOH yang dibutuhkan.

Nilai saponifikasi juga biasanya menggunakan kisaran (range). Gunakan nilai tengah jika yang tercantum berupa kisaran (range).

Contoh untuk menghitung jumlah NaOH yang dibutuhkan:

Minyak Kelapa 1 gr

SAP Value = 248-265 mg KOH / gr minyak

Nilai tengah = 256,5

Jumlah NaOH yg dibutuhkan = 256,5×1/1402,5 = 0,183 gr NaOH/gr minyak

Penghitungan NaOH dari Beberapa Minyak

  1. Kelapa 300 gr

SAP = 256,5 x 1⁄1402,5 = 0,1828 gr NaOH / gr minyak

NaOH yang dibutuhkan = 300 x 0,1828 = 54,8663 gr NaOH

  1. Kelapa Sawit 300 gr

Nilai SAP 199,5 KOH = 199,5 x 1⁄1402,5 = 0,1422 gr NaOH / gr minyak

NaOH yang dibutuhkan = 300 x 0,1422 = 42,6737 gr NaOH

  1. Olive Pomace 400 gr

Nilai SAP 187,5 KOH = 187,5 x 1⁄1402,5 = 0,1337 gr NaOH / gr minyak

NaOH yang dibutuhkan = 400 x 0,1337 = 53,4759 gr NaOH

  1. Total NaOH yang dibutuhkan adalah A+B+C = 55+43+53 = 151 gr NaOH

Kalkulator Alkali Online

Menghitung jumlah alkali sendiri untuk sebagian orang sangat membingungkan. Apalagi jika kita tidak mengerti nilai saponifikasi dari suatu minyak. Kebanyakan minyak yang ada di pasaran memang tidak mencantumkan nilai saponifikasi.

Kamu nggak perlu bingung!

Ada berbagai macam kalkulator untuk menghitung jumlah alkali yang dibutuhkan. Kalkulator memudahkan menghitung alkali yang dibutuhkan dengan cepat dan rinci. Kalkulator tersebut juga memberikan kisaran (range) nilai saponifikasi dari berbagai minyak.

Berikut merupakan beberapa kalkulator alkali yang terbaik:

Brambleberry Lye Calculator – Kalkulator ini bisa menghitung jumlah alkali untuk sabun cair dan sabun batang. Terdapat satuan ukuran berat dalam gram. Selain itu juga terdapat fragrance calculator, untuk memudahkanmu menghitung pewangi. Kalkulator ini juga tersedia pada aplikasi smart phone android maupun iphone.

Soapcalc Lye Calculator – Merupakan kalkulator yang paling komplit. Selain menghitung jumlah alkali, juga memberikan informasi tentang kualitas sabun mandi yang dihasilkan. Sehingga kamu bisa mengetahui komposisi minyak yang paling baik untuk kebutuhanmu.

Soapguild Lye Calculator – Kalkulator dasar yang mudah digunakan. Memberikan informasi tingkatan superfat. Selain itu juga memberikan kisaran jumlah air minimal dan maksimal yang dibutuhkan. Tersedia satuan ukuran gram.

Menghitung menggunakan kalkulator alkali memang sangat mudah. Hanya dengan beberapa “click” kita bisa mengetahui jumlah alkali yang dibutuhkan.

Dibalik kemudahan tersebut, terdapat juga kekurangan pada kalkulator alkali. Kekurangan yang paling utama adalah nilai kisaran saponifikasi.

Nilai saponifikasi yang tersedia dalam kalkulator alkali hanya berupa kisaran. Maksud kisaran disini bukan merupakan nilai saponifikasi sesungguhnya dalam setiap minyak. Biasanya pada kalkulator tersebut selalu merekomendasikan untuk melakukan superfat. Supaya tidak terjadi kelebihan alkali.

Untuk bisa mengetahui lebih detail tentang nilai saponifikasi dari suatu minyak, maka kamu harus bertanya kepada produsen minyak tersebut untuk mendapatkan nilai pastinya. Kemudian dihitung secara manual dan dicocokan dengan hasil dari kalkulator alkali jika kamu kurang yakin dengan perhitunganmu.

Air

air

Berfungsi untuk melarutkan NaOH. Sebaiknya gunakan air yang benar-benar murni H2O tanpa ada tambahan mineral yang lainnya, jangan gunakan air sumur atau air PAM, cari Air Distilasi (Distilled Water) atau Air Demineralisasi (Demineralized Water) atau Deionized Water.

Perbandingan penggunaan air minimum untuk melarutkan NaOH biasanya sebesar 27% NaOH : 73% Air. Sedangkan untuk maksimalnya sebesar 40% NaOH : 60% Air. Setiap 1 gr NaOH membutuhkan 1 gr Air untuk melarutkannya.

Untuk yang baru belajar membuat sabun sebaiknya gunakan yang minimum.

Aditif Atau Bahan Tambahan Yang Biasa Digunakan Sebagai Bahan Pembuat Sabun

Kamu bisa menambahkan banyak bahan-bahan alami seperti jus buah, susu sapi, susu kambing, pewangi, pewarna, dsb.

Disinilah letak seni dari membuat sabun.

Kamu bisa bereksperimen dengan bahan alami apapun setelah kamu mengetahui beberapa aditif yang digunakan sebagai bahan pembuat sabun. Saya akan memberikan daftar beberapa aditif yang biasa digunakan.

1. Pewangi

pewangi

Tidak lengkap jika sabun mandi tidak berbau harum. Pewangi untuk sabun mandi yang biasanya digunakan adalah synthetic fragrance dan essential oil. Jika kamu ingin menjaga kealamian sabunmu maka gunakan minyak atsiri atau essential oil.

Pewangi biasanya ditambahkan pada saat trace.

Pemilihan pewangi hanya masalah preferensi saja, ada yang suka aroma kayu-kayuan, segar, maupun pedas.  Jumlah pewangi yang disarankan sebesar 1-3% dari total berat sabun.

2. Superfat

Bisa juga berarti lye discount, yang artinya mengurangi alkali yang digunakan. Atau bisa juga dengan menambahkan minyak tanpa menambah alkali yang digunakan. Sehingga ada sebagian minyak yang tidak mengalami saponifikasi.

Menghasilkan sabun yang lebih melembapkan, karena minyak tambahan berfungsi sebagai moisturizer kulit. Superfat juga memastikan alkali yang terkandung bereaksi semua, sehingga tidak ada lagi yang tersisa.Biasanya berkisar 2-10% dari total minyak yang digunakan.

Minyak yang digunakan untuk superfat contohnya: minyak alpukat, almond, mango butter, shea butter, argan, jojoba, dsb.

3. Pewarna

Warna membuat sabun makin menarik dan merupakan salah satu yang paling mengasyikan. Memberikanmu untuk menuangkan kreatifitas yang kamu miliki. Pewarna yang digunakan sebaiknya bertipe food grade atau cosmetic grade.

Biasanya berupa iron oxide, clay, titanium dioksida, karbon aktif, atau bahkan coklat bubuk. Pewarna yang umum berbentuk serbuk. Jika ingin menggunakan pewarna, larutkan dulu ke dalam minyak. Untuk lebih detail mengenai pewarna kamu bisa membaca cara mewarnai sabun mandi supaya lebih cantik dan unik.

4. Exfoliant

kopi

Exfoliant merupakan bahan pembuat sabun tambahan untuk memberikan tekstur kasar atau untuk scrub. Berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan memberikan kulit yang lembut.

Biasanya ditambahkan saat trace. Bahan yang biasanya digunakan untuk exfoliant antara lain: garam, kopi, biji-bijian, clay, dsb. Banyaknya exfoliant yang ditambahkan hanya masalah prefernsi saja.

5. Susu

susu

Susu dapat digunakan untuk menggantikan air untuk melarutkan alkali. Alkali dengan susu menghasilkan reaksi yang berbeda. Panas yang dihasilkan alkali akan membakar gula yang terkandung dalam susu. Menghasilkan warna yang kecoklatan. Tidak berpengaruh jelek, hanya masalah warna saja.

Susu memberikan efek melembapkan pada kulit. Susu yang biasa digunakan antara lain susu kambing, sapi, dan kelapa (santan).

6. Madu

madu

Madu menghasilkan sabun dengan aroma yang manis. Bermanfaat untuk menambah kelembapan kulit. Jika menggunakan madu, sehabis menuang sabun ke cetakan jangan di tutup.

Jaga supaya sabun tetap dingin, karena madu dapat meningkatkan panas. Gunakan hanya sekitar satu sendok makan tiap 500 gr sabun.

Buat Sendiri Resep Sabun Mandimu

Kamu bisa menghasilkan resep sabun yang paling ideal untukmu dengan mengetahui karakteristik bahan pembuat sabun yang umum digunakan. Minyak sangat mempengaruhi karakteristik sabun yang dihasilkan. Baik sabun itu memiliki karakteristik yang melembapkan, kaya busa, atau kombinasi. Tinggal disesuaikan menurut kebutuhanmu.

Mulailah melakukan beberapa percobaan kecil-kecilan untuk mencari resep yang paling ideal. Terus catat hasil percobaan, hasil, dan kemajuannya.

Good luck!

Langganan Newsletter

Dapatkan update tutorial terbaru, ebook gratis dan berbagai penawaran menarik lainnya.

We don’t spam!