Cara Membuat Sabun Mandi Menggunakan Surfaktan

Pada artikel-artikel terdahulu, saya sudah memberikan beberapa contoh untuk membuat sabun menggunakan menggunakan minyak dan alkali.

Metode tersebut merupakan metode lama atau teknologi lama, sabun sudah digunakan sejak jaman dulu kala ketika awalnya hanya dari campuran minyak dan abu kayu pembakaran.

Sedikit rumit dalam pembuatan sabun tradisional dimana kamu jg harus menghitung nilai saponifikasi tiap minyak untuk menentukan jumlah alkali.

Belum lagi ketika kamu membuat sabun cair yang lebih repot dan rumit lagi.

Maka dalam artikel kali ini saya akan memberikan teknik yang lebih moderen dan cenderung lebih mudah untuk membuat sabun mandi, yaitu dengan menggunakan surfaktan sebagai bahan utamanya.

Tidak hanya sabun mandi sebenarnya karena kamu jg bisa mengaplikasikannya untuk shampoo ataupun pembersih lainnya.

Apa Sih Itu Surfaktan?

Sebelum mulai ke proses pembuatannya, kita kenalan dulu nih dengan si surfaktan ini.

Surfaktan atau dalam Bahasa Inggris surface active agent (surfactant), secara teknis merupakan agen aktif permukaan yang mampu mengurangi tegangan permukaan suatu larutan.

Surfaktan adalah bahan yang memungkinkan untuk memadukan bahan-bahan yang tidak kompatibel (contohnya: larut dalam lemak dan larut dalam air), dan untuk menciptakan efek pembersihan dan pembusaan pada produk Anda.

Surfaktan ini memiliki 2 ujung suka air (hidrofilik) dan ujung takut air (hidrofobik). Muatan pada ujung membedakan antara berbagai jenis surfaktan.

Surfaktan merupakan bahan utama dalam pembuatan sabun mandi ataupun pembersih lainnya, ada berbagai macam jenis surfaktan yang tersedia di pasaran dari yang konvensional hingga yang natural, saya akan membahas ini lain waktu lagi.

Jenis surfaktan yang biasa digunakan dalam formula sabun mandi atau pembersih, biasanya diklasifikasikan ke dalam 4 jenis surfaktan:

Anionik

Merupakan surfaktan dengan muatan negatif. Sangat bagus dalam pembersihan dan memiliki busa yang melimpah juga, banyak digunakan dalam produk pembersih ataupun emulsi. Surfaktan anionik ini tidak kompatibel dengan kationik.

Contohnya: alkyl sulfate, isethionate, taurate, sarcosinate, carboxylate (sabun tradisional), dll.

Kationik

Merupakan surfaktan dengan muatan positif. Memiliki antistatik yang sangat bagus dan biasanya digunakan untuk conditioner atau softener. Surfaktan kationik ini tidak kompatibel dengan anionik.

Contohnya: polyquaternium, cationic guar, behenyl quaternary ammonium, dll.

Amfoterik

Merupakan surfaktan yang memiliki dua muatan positif dan negative. Biasanya bergantung dengan pH, jika ada di pH rendah maka akan bersifat kationik, dan jika di pH tinggi akan bersifat anionik.

Contohnya: alkyl betaine, alkyl sultaine, amine oxide, dll.

Nonionik

Merupakan surfaktan yang tidak memiliki muatan positif/negative. Sangat baik sebagai pengemulsi dan biasanya digunakan untuk campuran di anionik atau kationik.

Contohnya: alkyl polyglucoside, ethoxylated oil / fatty acid (PEG), dll.

Apa Saja Yang Kamu Butuhkan?

Peralatan

Berbeda dengan pembuatan sabun tradisional, pembuatan sabun menggunakan surfaktan ini sedikit membutuhkan peralatan yang khusus karena bahan-bahan yang akan kita gunakan juga semakin kompleks.

  1. Tempat Proses
    Sesuaikan peralatan dengan volume total yang akan dibuat, jika membuat dalam jumlah kecil cukup menggunakan gelas ukur kaca, dan jika membuat dalam jumlah yang cukup besar kalian sebaiknya investasi ke panci stainless steel dengan kode 304.
  2. Magnetic Stirrer atau Overhead Stirrer
    Untuk memudahkan dalam pencampuran maka sebaiknya kalian memiliki magnetic stirrer yang dilengkapi dengan pemanas juga, ini lebih memudahkan dalam jangka panjang. Selain itu juga kalian tidak perlu repot-repot memanaskan menggunakan double boiler.
  3. Digital pH Meter
    Tidak seperti pembuatan sabun tradisional, yang hanya berkisar di pH 9-10, disini kalian akan sangat bergantung sekali terhadap pH. Banyak bahan-bahan yang mensyaratkan untuk berada di kisaran pH tertentu. Maka kita sangat membutuhkan sekali pH meter. Kalian bisa menggunakan pH meter portable yang sudah cukup akurat dalam pengukurannya.
  4. Timbangan Digital
    Untuk semua formula sebaiknya gunakan satuan berat, maka dari itu kita membutuhkan timbangan digital yang baik, usahakan menggunakan timbangan digital yang memiliki akurasi dan kemudahan dalam penggunaan.

Bahan

bahan membuat sabun menggunakan surfaktan

Seperti yang sudah saya sebutkan di judul, bahan utama untuk membuat sabun jenis ini intinya adalah surfaktan dan dengan bahan-bahan pendukung lainnya.

Kalian bisa mencampur berbagai macam jenis surfaktan dalam sabun untuk menghasilkan sabun dengan feel tertentu atau untuk berbagai jenis kulit.

Penggunaan kombinasi surfaktan paling umum biasanya hanya menggunakan surfaktan anionik dan amfoterik saja sudah cukup. Atau bisa juga menambahkan kationik untuk memberikan efek conditioning pada kulit atau untuk conditioner pada rambut.

Untuk bahan pendukung lainnya yang wajib ada biasanya hanya anti bakteri (preservative), anti oksidan (memperpanjang umur simpan), pengental dan pH adjuster saja. Selebihnya hanya menyesuaikan saja jika ingin menambahkan ekstrak botanik ataupun bahan-bahan aktif.

Disini saya hanya akan menggunakan bahan yang umum dipakai dalam formula sabun cair dan mudah untuk didapatkan, ini hanya untuk contoh mudahnya saja. Selanjutnya kalian bisa berkreasi sendiri untuk penggunaan surfaktan atau bahan tambahannya.

Formula Sabun Mandi Cair

Air – add up to 100%
Aloe Vera Powder 200x – 0,05%
Glycerin – 3%
Sodium Laureth Sulfate (SLES) Paste – 13%
Cocamidopropyl Betaine – 8%
Disodium Laureth Sulfosuccinate – 5%
Optiphen – 1%
Sodium Benzoate – 0,75%
Tetrasodium EDTA – 0,1%
Citric Acid – 0,2%
Pewangi – 1%
NaCl – 1%

Proses Pembuatan Sabun Menggunakan Surfaktan

Estimasi Waktu Pembuatan 30 minutes.

  1. Siapkan Alat dan Bahan

    Bersihkan peralatan terlebih dahulu dengan isopropyl alcohol untuk lebih meminimalisir kontaminan.alat dan bahan

  2. Larutkan Aloe Vera Powder

    Timbang aloe vera powder, saya menggunakan aloe vera 200x sehingga terlihat sangat sedikit sekali, kemudian tambahkan air dan aduk hingga semua aloe vera larut.
    timbang aloe dan larutkan ke air

  3. Tambahkan SLES dan Gliserin

    SLES yang saya gunakan disini merupakan versi pasta, jadi sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu ke air sehingga nanti lebih mudah dalam menambahkan bahan-bahan lainnya.
    tambahkan sles dan gliserin

  4. Masukkan Cocamidopropyl Betaine dan Disodium Laureth Sulfosuccinate

    Jika SLES sudah larut semua, tinggal tambahkan cocamidopropyl betaine dan disodium laureth sulfosuccinate aduk hingga larut.tambahkan cocamidopropyl betaine dan disodium laureth sulfosuccinate

  5. Tambahkan Preservative dan Anti Oksidan

    Disini saya menggunakan preservative gabungan Optiphen (Phenoxyethanol (and) Caprylyl Glycol) dengan Sodium Benzoate. Sedangkan anti oksidan yang saya pakai menggunakan Tetrasodium EDTA. Masukkan ke dalam sabun dan aduk sampai larut semua.
    tambahkan preservative dan anti oksidan

  6. Sesuaikan pH

    Tambahkan citric acid, kemudian ukur pH apakah sudah sesuai atau belum, karena saya menggunakan preservative Sodium Benzoate dimana produk harus berada di kisaran pH di bawah 5,5.
    sesuaikan pH sabun mandi

  7. Tambah Pewangi

    Kalian bisa menggunakan pewangi baik itu essential oil atau fragrance oil, disini saya menggunakan sweet orange essential oil. Tambahkan dan aduk hingga rata.
    tambahkan pewangi

  8. Tambah Pengental

    Untuk mengentalkan sabun ini cukup dengan menggunakan garam, karena disini saya menggunakan surfaktan yang mudah dikentalkan (SLES + CAPB). Tambahkan ke dalam sabun dan aduk hingga semua garam larut dan sabun mulai mengental.
    tambahkan garam

  9. Selesai

    Simpan sabun di tempat tertutup.
    simpan sabun di tempat tertutup

Frequently Asked Question (FAQ)

Apa perbedaan utama sabun jenis ini dengan yang castile soap?

Ada 3 tipe produk pembersih atau cleanser yaitu Sabun (True Soap), Synthetic Detergent (Syndet), dan Combo.

  • Sabun (True Soap)
    Terbuat dari campuran minyak atau lemak dengan alkali yang prosesnya dikenal dengan saponifikasi. Tidak menggunakan bahan sintetis tetapi memiliki pH sekitar 9-10 pada beberapa keadaan dapat membuat kering dan iritasi pada kulit. Tidak tahan terhadap air sadah atau air dengan kadar mineral tinggi dan dapat menciptakan soap scum.

    Ya castile soap termasuk ke dalam kategori true soap ini, selain itu juga potassium soap (potassium cocoate, potassium olivate, dll) atau sodium soap (sodium cocoate, sodium stearate, dll) juga termasuk ke dalam true soap.
  • Synthetic Detergent (Syndet)
    Terbuat dari berbagai macam campuran deterjen atau surfaktan sintetis seperti alkyl sulfate, betaine, sulfosuccinate, isethionate, dll. Surfaktan sintetis ini juga biasanya berasal dari minyak nabati, asam lemak ataupun minyak bumi tetapi pembuatannya tidak dengan proses saponifikasi.

    Syndet ini biasanya memiliki pH yang berkisar antara 5-7, tingkat iritasinya lebih rendah bergantung dengan jenis surfaktan yang digunakan. Lebih tahan terhadap air sadah  dan tidak menimbulkan soap scum.

    Ya seperti pada judul yang sudah saya sebutkan, tutorial ini merupakan proses pembuatan syndet.
  • Combo
    Terbuat dari campuran true soap dengan berbagai macam deterjen atau surfaktan, dengan menggunakan formula seperti ini menghasilkan pembersih yang lebih lembut dibanding true soap dengan pembersihan yang lebih baik dibanding syndet. Pembersih jenis ini tetap memiliki pH yang agak tinggi sekitar 8-10.

Bagaimana kalau tidak punyak magnetic stirrer?

Saya sendiri tidak menyarankan untuk menggunakan stick blender seperti pada pembuatan sabun tradisional karena akan membuat sabun menjadi sangat berbusa dan malah memperlama dan mempersulit dalam pencampurannya.

Alternatifnya kalian bisa menggunakan surfaktan-surfaktan yang cair semua, sehingga dapat lebih memudahkan mengaduk secara manual. Atau kalian juga bisa menggunakan milk frother.

Bagaimana jika tidak memiliki pH meter?

Sebaiknya kalian memiliki pH meter ini karena kebanyakan pembuatan sabun menggunakan surfaktan ini beberapa bahannya mengharuskan di kisaran pH tertentu.

Bagaimana dengan pH strip? pH strip juga tingkat keakuratannya tidak terlalu baik. Investasi di pH meter yang baik jika kalian sering membuat produk-produk kosmetik sendiri.

Kenapa pH harus 5?

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas beberapa bahan mengharuskan ada di kisaran pH tertentu.

Saya menggunakan preservative sodium benzoate dimana preservative tersebut mengharuskan produk ada di bawah 5,4.

Kenapa menggunakan sodium laureth sulfate (SLES) apakah bisa diganti yang lain?

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas ini merupakan formula sabun konvensional biasa banyak ditemukan di formula sabun-sabun yang ada di pasaran.

Bisa saja jika ingin mengganti SLES dengan surfaktan anionik lainnya. Ada berbagai macam jenis surfaktan yang tersedia di pasaran, besok-besok akan saya bahas beberapa jenis surfaktan ini. SLES ini yang termudah bisa kalian temukan di toko kimia terdekat atau di online shop.

Apakah sabun seperti ini masuk ke kategori natural?

Ini juga tergantung dari semua bahan yang kalian gunakan, ada berbagai macam jenis surfaktan dari yang biasa hingga yang natural. Kalian tinggal memilih saja surfaktan dan bahan-bahan lainnya yang biasanya memiliki sertifikat ECOCERT, NATRUE atau COSMOS.

Bisakah menambahkan superfat seperti di sabun tradisional?

Ya kalian bisa juga menambahkan moisturizing agent ke dalam sabun seperti ini. Moisturizing agent ini ada berbagai macam jenis seperti minyak nabati, emollient esters, silicone ataupun conditioning agent.

Proses Lebih Mudah dan Lebih Banyak Variasi

Nah.. lebih simpel kan untuk pembuatan sabun dengan surfaktan ini, hanya saja memang membutuhkan peralatan yang agak khusus.

Kamu juga bisa berkreasi dengan mengkombinasikan berbagai macam jenis surfaktan atau dengan menambahkan berbagai macam ekstrak-ekstrak botanik lainnya ataupun menambahkan berbagai macam aditif.

Langganan Newsletter

Dapatkan update tutorial terbaru, ebook gratis dan berbagai penawaran menarik lainnya.

We don’t spam!

Leave a Comment