Keranjang

Gratis ongkir pemesanan di atas Rp 600.000

headline cara membuat sabun cair

Cara Membuat Sabun Cair Sendiri (Menggunakan Bahan Alami)

Pernah membayangkan bagaimana cara membuat sabun cair sendiri dari awal?

Jika iya, selamat! Kamu berada di tempat yang tepat.

Membuat sabun cair sendiri dari awal memang sedikit lebih rumit dibandingkan dengan membuat sabun batang. Tapi, tenang saja! Saya akan menjelaskannya secara detail langkah demi langkah yang harus kamu lakukan.

Saya akan membuatnya menjadi lebih mudah untuk kamu ikuti.

Sudah tidak diragukan lagi sabun cair merupakan pilihan favorit untuk mandi dibandingkan dengan sabun batang. Sabun cair lebih mudah digunakan dan lebih praktis untuk dibawa saat travelling.

Pembuatan sabun cair sendiri memakan waktu yang cukup lama dan menguras banyak energi. Tapi hasilnya akan sangat memuaskan, karena kamu mendapatkan sabun cair yang indah dan jernih. Kamu bisa memberikannya untuk hadiah, untuk dipakai sendiri dan bahkan bisa kamu jual.

Sebelum saya mulai, kalau kamu belum pernah membuat sabun mandi sebelumnya, saya sarankan untuk tidak memulai membuat dari sabun cair. Tapi jika kamu tetap ingin langsung membuat sabun cair, setidaknya mengetahui terlebih dahulu tentang cara membuat sabun mandi batang. Supaya kamu bisa mengetahui fase-fase yang ada dalam pembuatan sabun mandi.

Dalam tutorial membuat sabun cair ini saya akan menjelaskan metode yang digunakan beserta formula bahan bakunya, langkah-langkah pembuatan dan beberapa tips dalam pembuatan sabun cair.

Oke, mari kita mulai…

Metode Dasar Untuk Membuat Sabun Mandi Cair

Membuat sabun mandi dengan metode cold process merupakan metode yang paling mudah dilakukan. Kamu bisa menghasilkan sabun yang indah dan lembut di kulit dengan metode ini. Prosesnya juga cukup sederhana dan tidak menyita banyak waktu.

Tapi, banyak sekali keterbatasan dengan metode pembuatan sabun mandi ini.

Kamu hanya bisa menghasilkan sabun mandi batang yang tidak tembus pandang. Ya hanya itu.

Menghasilkan sabun cair, sabun batang transparan, maupun sabun cream membutuhkan proses lebih lanjut. Kita tidak bisa menghasilkan sabun mandi dengan karakteristik tersebut menggunakan metode cold process.

Maka dari itu, kita membutuhkan sebuah metode lanjutan yaitu metode hot process.

Metode ini sebenarnya hanya kepanjangan dari metode cold process. Sabun yang masih kental kemudian dipanaskan selama 2-3 jam. Supaya semua asam lemak bereaksi dengan alkali. Setelah itu sabun bisa langsung digunakan.

Bahan-bahan Alami dan Sederhana Dengan Hasil Yang Mengagumkan

bahan baku sabun cair

Alkali dan minyak merupakan komponen utama dalam pembuatan sabun mandi.

Kamu bisa menggunakan berbagai macam minyak nabati. Minyak yang paling utama dalam formula sabun cair merupakan minyak kelapa. Minyak kelapa menghasilkan sabun dengan busa yang melimpah.

Formula bahan sabun cair ini menggunakan 2 komposisi minyak saja. Hampir sama dengan formula bahan sabun batang. Kita tidak membutuhkan minyak kelapa sawit dalam formula sabun cair.

Sabun cair membutuhkan alkali yang berbeda dari sabun batang.

Alkali yang digunakan yaitu KOH (Kalium Hidroksida / Potassium Hydroxide). Alkali tidak bisa dipisahkan dalam membuat sabun mandi. Walaupun dikatakan sabun mandi alami, herbal, maupun organik kita tetap membutuhkan alkali.

Nanti kita bahas lebih lanjut mengenai bahan baku pembuatan sabun cair.

Formula bahan baku sabun cair ini dapat menghasilkan kurang lebih 4-6 liter sabun cair. Untuk memudahkan, saya bagi menjadi 2 bagian bahan. Bahan pertama untuk membuat soap base dan yang kedua untuk melarutkan soap base:

Bahan Untuk Membuat Soap Base (Menghasilkan soap base kurang lebih 2.5 kg)

  1. Air Distilasi / Air Suling – 1140 gr
  2. Minyak Kelapa – 900 gr
  3. Minyak Zaitun / Pure Olive Oil – 600 gr
  4. KOH – 380 gr

Larutan Sabun (Menggunakan 500 gr soap base)

  1. Air Distilasi / Air Suling – 500 gr (Untuk melarutkan soap base)
  2. Air Distilasi / Air Suling – 18.4 gr (Untuk melarutkan asam sitrat / citric acid)
  3. Asam Sitrat / Citric Acid – 4.6 gr
  4. Peppermint Essential Oil – 20 gr (Opsional)
  5. Phenolphthalein – Untuk mengukur pH sabun cair.

4 Tahap Pembuatan Sabun Cair

Menghasilkan sabun cair yang sempurna melalui proses yang cukup panjang, minimal sekitar 3 jam. Dengan catatan jika tidak ada kesalahan. Setelah itu dilanjutkan dengan melarutkan soap base.

double boiler
Double boiler sederhana

Kamu membutuhkan peralatan tambahan untuk memanaskan soap base. Saya menggunakan double boiler untuk proses pemanasannya. Karena lebih ekonomis dan mudah digunakan.

Untuk memudahkanmu dalam mengikuti tutorial ini, saya bagi menjadi 4 tahap pembuatan sabun cair:

  1. Membuat Soap Base
  2. Memanaskan Soap Base
  3. Melarutkan Soap Base
  4. Menetralkan dan Menambah Aditif Sabun Cair

Pertama – Membuat Soap Base

  1. Siapkan alat dan bahan. Selalu gunakan peralatan keamanan.
  2. Siapkan panci double boiler, isi dengan air secukupnya dan panaskan perlahan hingga mendidih.timbang bahan baku
  3. Timbang minyak, air dan KOH di tempat terpisah.panaskan minyak
  4. Panaskan minyak hingga mencapai suhu kurang lebih 70 derajat celcius dan pertahankan di angka tersebut. Pemanasan minyak ini bertujuan untuk mempercepat campuran mencapai trace.
  5. Masukkan KOH ke dalam air,  jangan melakukan sebaliknya! Aduk sebentar dan biarkan hingga larut semua.campur larutan alkali dan minyak
  6. Jika minyak sudah berada di kisaran 70 derajat dan larutan KOH sudah siap, masukkan larutan ke dalam minyak.aduk campuran
  7. Aduk dengan stick blender atau hand whisk. Untuk mencapai trace akan memakan waktu yang cukup lama, bisa sekitar 15 menit hingga satu jam.belum mencapai trace
  8. Trace pada sabun cair berbeda dengan trace pada sabun batang. Gambar di atas menunjukkan campuran belum mencapai trace.hampir mencapai trace
  9. Pada saat campuran mulai mengental, jangan berhenti mengaduk. Saat mencapai tahap ini matikan stick blender dan ganti dengan hand whisk.trace pada sabun cair
  10. Aduk terus hingga campuran menjadi tebal dan padat, seperti gambar di atas.
  11. Hentikan pengadukan saat campuran mulai menjadi padat. dan masukkan ke dalam double boiler dengan air yang sudah mendidih.

Mencapai trace saat mengaduk campuran membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 15-60 menit. Gunakan stick blender dan hand whisk secara bergantian. Menyalakan stick blender terus menerus akan membuat mesinnya cepat panas. Sehingga lebih baik digunakan secara bergantian setiap 5 menit.

Trace akan terjadi dengan sangat cepat dan tiba-tiba. Saat campuran sudah mulai mengental jangan gunakan stick blender. Campuran menjadi agak berat sehingga jika kamu menggunakan stick blender maka mesin stick blender akan bekerja dua kali lipat. Cukup gunakan hand whisk saat sudah mengental dan terasa agak berat.

Kedua – Memanaskan Soap Base

  1. Panaskan selama 3 jam hingga sabun menjadi jernih atau transparan. Kamu akan melihat perbedaannya selama memanaskan. Awalnya sabun berwarna putih susu berangsur-angsur akan berubah menjadi jernih dan transparan. Ini menandakan alkali sudah bereaksi semua dengan minyak.panaskan ke dalam double boiler
  2. Selama memanaskan aduk setiap 30 menit sekali. Ini merupakan fase yang sangat melelahkan. Sabun berbentuk padat, kamu akan kesulitan untuk mengaduknya dan membutuhkan banyak tenaga untuk mengaduk. Jadi siapkan tenaga terlebih dahulu sebelum mengaduk.aduk soap base
  3. Setelah 3 jam memanaskan, ambil sekitar 10 gram sabun dan larutkan ke dalam 20 gram air mendidih.tes sampel soap base
  4. Lihat larutan sabun cair apakah sudah jernih atau belum. Teteskan juga larutan phenolphthalein untuk mengecek pH sabun, kemudian amati warna pink yang muncul. Jika menunjukkan warna pink gelap maka sabun belum netral. Ketika sudah menunjukkan warna pink terang maka sabun sudah netral.lihat kejernihan sabun
  5. Jika sabun masih belum netral dan jernih, maka tambah lagi waktu pemanasannya dan cek kembali. Gambar di atas terlihat sabun masih belum jernih tetapi sudah netral. Maka saya menambahkan lagi 1 jam waktu pemanasan.
  6. Saat sabun sudah netral dan jernih, kamu bisa melanjutkan untuk melarutkannya.

Kamu juga bisa menyimpan soap base ini jika kamu tidak ingin melarutkan semuanya. Masukkan ke dalam wadah plastik dan selalu simpan di dalam lemari es. Kamu bisa melarutkan sewaktu-waktu membutuhkannya.

Ketiga – Melarutkan Soap Base

  1. Timbang soap base yang akan dilarutkan. Saya hanya menggunakan soap base sebanyak 500 gr. Untuk melarutkan soap base, siapkan air sebanyak 500 gr.
  2. Timbang air untuk melarutkan soap base dan masukkan ke dalam panci.larutkan soap base ke dalam air
  3. Masukkan soap base ke dalam air dan tutup panci. Panaskan dengan api yang paling kecil selama 1 jam hingga semua soap base larut.
  4. Atau bisa juga dengan mendidihkan air terlebih dahulu. Kemudian setelah mendidih matikan api dan masukkan soap base yang akan dilarutkan. Aduk terus hingga semua soap base larut dalam air.

Kamu bisa menentukan sendiri konsentrasi pelarutan sabun cair. Tingkat konsentrasi kelarutan sabun cair berkisar antara 15-40 %. Dalam tutorial ini saya menggunakan konsentrasi sebesar 30 %. Penjelasan mengenai tingkat kelarutan ini saya jelaskan pada bagian akhir.

Keempat – Menetralkan dan Menambah Aditif Sabun Cair

  1. Setelah semua sabun larut, kamu harus menetralkan kelebihan KOH terlebih dahulu sebelum bisa digunakan.
  2. Timbang air dan asam sitrat.timbang asam sitrat
  3. Panaskan air hingga mendidih. Kemudian masukkan asam sitrat (citric acid) dan aduk hingga larut semua.larutkan asam sitrat ke dalam air
  4. Masukkan ke dalam sabun cair yang masih panas dan aduk hingga semua larut. Saat sabun cair sudah netral, kamu bisa menambahkan pewangi atau aditif lainnya.masukkan larutan asam sitrat ke dalam sabun cair
  5. Terlihat tingkat kejernihan sabun cair. Gambar yang paling kiri menunjukkan sabun cair masih berwarna putih susu, waktu pemanasan masih kurang. Pada gambar tengah menunjukkan sabun sudah agak jernih. Gambar kanan menunjukkan sabun sudah transparan.kejernihan sabun cair

Pada formula pembuatan sabun cair ini saya melebihkan jumlah KOH yang dibutuhkan. Konsentrasi KOH biasanya hanya sebesar 90%.

Untuk menghasilkan sabun cair yang jernih membutuhkan saponifikasi penuh, sehingga dibutuhkan KOH yang lebih.

Menetralkan setiap 500 gr soap base kamu membutuhkan kurang lebih 23 gr larutan asam sitrat (dengan konsentrasi larutan 20%).

Untuk membuat larutan asam sitrat sebesar 20% kamu membutuhkan asam sitrat sebanyak 20% x volume. Semisal kamu membutuhkan larutan sebanyak 23 gr maka 20% x 23 gr = 4.6 gr asam sitrat. Air yang dibutuhkan = volume total larutan – volume asam sitrat, 23 gr – 4.6 gr = 18.4 gr air.

Untuk menambah pewangi, khususnya essential oil, kamu harus mengetahui suhu titik uap / flash point dari essential oil tersebut. Essential oil bersifat mudah menguap. Sebaiknya tambahkan essential oil saat suhu sabun cair berada di bawah nilai flash point essential oil tersebut.

Kamu juga bisa menambahkan pewarna ke dalam sabun cairmu. Pastikan juga pewarna yang kamu gunakan bisa larut dalam air atau water soluble.

Setelah semua aditif selesai ditambahkan, kamu sebenarnya sudah bisa menggunakannya. Tapi biasanya sabun cair masih agak keruh. Jika kamu ingin sabun cair yang lebih jernih, maka lebih baik dibiarkan dahulu selama 1-2 minggu. Hingga sabun menunjukkan kejernihannya.

Penjelasan Singkat dan Tips Cara Membuat Sabun Cair

Membuat sabun cair memang tidak mudah dan memakan waktu yang agak lama. Itu sebabnya sabun cair harganya lebih mahal dibandingkan dengan sabun batang. Karena harus melalui proses yang panjang dan melelahkan.

Jika kamu masih bingung mengenai beberapa langkah-langkah di atas. Berikut akan saya berikan beberapa penjelasan dan beberapa tips untuk melengkapi informasi yang belum saya jelaskan secara detail.

1. Perbedaan Sabun Batang dan Sabun Cair

Memilih antara sabun batang atau cair sudah menjadi dilema umum saat mandi. Beberapa orang menyukai sabun cair dan beberapa menyukai sabun batang. Apapun yang kamu pilih kedua sabun tersebut fungsinya sama untuk kulit, yaitu untuk membersihkan.

Perbedaan sabun cair dengan sabun batang yang saya berikan disini hanya berupa efeknya saat digunakan.

Sabun batang lebih melembabkan dibandingkan dengan sabun cair. Kenapa? Sabun batang memungkinkan untuk menambah superfat (minyak tambahan). Superfat tersebut berfungsi untuk menambah kelembaban kulit. Kita tidak bisa menambahkan superfat ke dalam sabun cair. Minyak superfat tidak bisa larut di dalam sabun cair.

Sabun cair lebih baik menampung pewangi dibanding dengan sabun batang. Menambahkan banyak pewangi ke dalam sabun batang akan mengurangi kekerasan sabun batang. Sedangkan pada sabun cair bisa menampung lebih banyak pewangi. Jika kamu menambahkan banyak pewangi maka kejernihan sabun akan berkurang.

2. Bahan Utama Pembuatan Sabun Cair

Minyak yang digunakan dalam pembuatan sabun cair berbeda dengan pembuatan sabun batang.

Pada sabun batang kita membutuhkan minyak kelapa sawit untuk membuat sabun menjadi keras. Minyak kelapa sawit mengandung banyak asam lemak stearat (stearic acid) dan palmitat (palmitic acid). Kedua asam lemak tersebut yang berperan memberikan kekerasan pada sabun.

Asam lemak stearat dan palmitat dapat mempengaruhi sabun cair menjadi keruh.

Sehingga kita tidak begitu membutuhkan minyak yang banyak mengandung asam lemak tersebut. Contoh minyak yang memiliki kandungan asam stearat dan palmitat yang tinggi yaitu minyak kelapa sawit dan cocoa butter.

Minyak yang paling utama dalam formula sabun cair adalah minyak kelapa.

Minyak kelapa mengandung banyak asam lemak laurat yang berfungsi untuk menghasilkan busa yang melimpah pada sabun. Selain itu juga asam lemak ini juga berfungsi untuk memberikan kemudahan pelarutan pada sabun cair.

Minyak inti kelapa sawit juga memiliki kandungan asam lemak yang sama dengan minyak kelapa.

Kamu sebenarnya bisa menghasilkan sabun cair hanya dengan menggunakan minyak kelapa saja. Tetapi sabun akan menjadi sangat kering di kulit. Sehingga harus dicampur dengan minyak yang mengandung asam lemak oleat seperti minyak zaitun, rice bran, canola, dsb.

Asam lemak oleat ini berfungsi untuk menambah kelembaban kulit.

Terlalu banyak menggunakan minyak dengan kandungan asam lemak oleat juga bisa mengakibatkan sabun cair menjadi keruh. Jadi sebaiknya digunakan secara seimbang.

Minyak jarak atau castor oil juga merupakan minyak yang sangat penting dalam pembuatan sabun cair. Minyak jarak mengandung asam lemak yang tidak dimiliki minyak nabati lainnya. Kandungan asam lemak ini bernama asam risinoleat atau ricinoleic acid.

Asam lemak risinoleat berfungsi untuk membuat jernih sabun cair. Selain itu juga asam lemak ini dapat mempercepat trace pada saat pengadukan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bahan-bahan untuk membuat sabun bisa dibaca pada artikel ini.

3. Kelebihan KOH Dalam Sabun Cair

Jika kamu pernah membuat sabun batang, maka kamu akan melihat perbedaan bahan yang digunakan dalam membuat sabun cair ini.

Sabun cair menggunakan KOH, sedangakan sabun batang menggunakan NaOH. KOH menghasilkan sabun dengan karakteristik yang lunak, liat, lengket dan jernih. Sedangkan NaOH menghasilkan sabun yang keras dan buram atau tidak tembus pandang.

Sabun yang dihasilkan dari KOH juga lebih mudah untuk larut dengan air dibandingkan dengan NaOH. Sabun KOH membutuhkan air yang lebih sedikit, sedangkan sabun KOH membutuhkan banyak air untuk menjadi cair. Kamu bisa membaca lebih lanjut mengenai perbedaan KOH dan NaOH.

Formula sabun cair ini memang sengaja saya lebihkan jumlah KOH yang dibutuhkan. Mayoritas KOH yang ada di pasaran memiliki tingkat kemurnian sebesar 90% dengan sisanya biasanya berupa air dan lainnya.

Untuk menghasilkan sabun cair yang benar-benar jernih dan transparan membutuhkan reaksi saponifikasi penuh. Minyak yang tidak tersaponifikasi akan membuat sabun menjadi keruh. Sehingga dibutuhkan KOH lebih banyak.

Menggunakan KOH lebih banyak membuat hasil akhir sabun cair mengandung alkali bebas. Kita harus menetralkan alkali bebas tersebut menggunakan asam sitrat (citric acid).

Untuk menghitung KOH yang dibutuhkan kamu bisa menggunakan kalulator alkali online.

Kalkulator alkali memudahkanmu untuk menghitung KOH yang dibutuhkan. Hanya tinggal memasukkan minyak yang kamu gunakan saja dan kamu langsung bisa mendapatkan nilai KOH. Kalkulator alkali untuk menghitung sabun cair bisa dilihat di summerbeemeadow dan soapcalc.

4. Konsentrasi Pelarutan

Konsentrasi pelarutan sabun cair biasanya berkisar antara 15-40%.

Jika kamu melarutkan kurang dari 15% maka busanya menjadi semakin sedikit dan kemampuan untuk membersihkannya juga semakin berkurang. Jika kamu melarutkan lebih dari 40% biasanya larutan sabun cair kembali lagi menjadi padat.

Sabun cair yang dibuat dengan banyak minyak kelapa lebih mudah larut dibandingkan dengan yang menggunakan sedikit minyak kelapa. Karena sifat asam lemak dari minyak kelapa tersebut.

Berikut merupakan konsentrasi pelarutan bersasarkan 500 gr soap base:

  • 40% kelarutan membutuhkan 280 gr air.
  • 35% kelarutan membutuhkan 375 gr air.
  • 30% kelarutan membutuhkan 500 gr air.
  • 25% kelarutan membutuhkan 690 gr air.
  • 20% kelarutan membutuhkan 1000 gr air.
  • 15% kelarutan membutuhkan 1500 gr air.

5. Thickener

Kamu akan terkejut sabun cair alami yang kamu buat ini terasa sangat encer. Jika dibandingkan dengan sabun cair konvensional yang ada di pasaran, sabun cair alami ini benar-benar cair dan encer, tidak kental seperti sabun cair konvensional.

Sebenarnya sama saja dalam urusan membersihkan, baik cair maupun kental. Malahan sabun cair konvensional konsentrasinya hanya sekitar 20%.

Jika kamu ingin sabun cair alami ini lebih kental, maka kamu harus menambahkan aditif yang bersifat pengental. Contoh aditif tersebut antara lain borax, hydroxyethylcellulose, garam, alkohol dan xanthan gum.

Dari beberapa pengental tersebut, saya merekomendasikan garam sebagai pengental, karena mudah didapatkan dan lebih ekonomis.

Kamu bisa membuat larutan air garam sebesar 20%, untuk menambah kekentalan. Kemudian tambahkan ke dalam sabun cair yang masih panas dan aduk hingga rata. Tambahkan larutan garam hingga mencapai kekentalan yang kamu inginkan.

6. Metode Alternatif Pembuatan Sabun Cair

Jika kamu merasa membuat sabun cair sendiri dari awal sangat rumit. Kamu juga bisa membuat sabun cair sendiri dari sabun batang. Kamu bisa mengikuti tutorial mudah tersebut.

Atau, kalian juga bisa membuat sabun cair menggunakan bahan baku surfaktan.

Tutorial sabun cair yang saya berikan disini bertujuan untuk menghasilkan sabun cair yang jernih dan transparan.

Jika kamu tidak ingin menghasilkan sabun cair yang jernih dan transparan, sekedar untuk hobi,kamu tidak perlu untuk mengikuti semua langkah yang ada. Kamu bisa mengurangi waktu pemanasan dan tidak perlu untuk melebihkan jumlah KOH.

Tetapi jika kamu ingin menjual sabun cair buatanmu sendiri, lebih baik menghasilkan sabun cair yang transparan.

Nikmati Sabun Cair Buatanmu Sendiri

Cara membuat sabun mandi cair sendiri ini kelihatannya sangat rumit. Tetapi ketika kamu sudah mulai mencoba, maka kamu akan lebih mengerti dan memahami. Yang terpenting setelah kamu bersusah payah membuat, kamu bisa menikmati mandi dengan sabun cair buatanmu sendiri.

Terima kasih telah membaca hingga akhir. Saya harap tutorial ini dapat membantumu membuat sabun cair sendiri.

Enjoy your soap!

Langganan Newsletter

Dapatkan update tutorial terbaru, ebook gratis dan berbagai penawaran menarik lainnya.

We don’t spam!

Bahan Baku Asli

Bahan baku terbaik dan bersertifikat.

100% BPOM

Produk dengan izin bpom.

Pengiriman Aman dan Cepat

Melalu cargo maupun reguler.

Pilihan Pembayaran

Pembayaran mudah dan aman.